Potensi Maritim Indonesia: Kosmetik

📑 10 slides 👁 30 views 📅 1/28/2026
0.0 (0 ratings)

Pengantar: Kosmetik Laut Indonesia

Industri kosmetik laut Indonesia memanfaatkan bahan alami seperti rumput laut dan terumbu karang.

Pengantar: Kosmetik Laut Indonesia
2

Latar Belakang Industri

  • Produksi mencapai 500 ton rumput laut per tahun untuk kosmetik.
  • PT Martina Berto dan Mustika Ratu adalah pemain utama.
  • Berkontribusi 2% terhadap PDB sektor maritim.
Latar Belakang Industri
3

Studi Kasus: Bali Algae

  • Perusahaan lokal di Bali memproduksi skincare dari algae sejak 2015.
  • Kolaborasi dengan universitas untuk penelitian bahan aktif.
  • Menciptakan 200 lapangan kerja bagi masyarakat pesisir.
Studi Kasus: Bali Algae
4

Manfaat Ekonomi

  • Nilai ekspor kosmetik laut mencapai $50 juta/tahun.
  • Meningkatkan pendapatan nelayan yang beralih ke budidaya rumput laut.
  • Mendorong industri pendukung seperti kemasan dan logistik.
Manfaat Ekonomi
5

Manfaat Sosial

  • Pelatihan keterampilan bagi perempuan pesisir.
  • Mempertahankan kearifan lokal dalam pengolahan bahan tradisional.
  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui UMKM.
Manfaat Sosial
6

Risiko Lingkungan

  • Overharvesting rumput laut mengancam ekosistem pesisir.
  • Penggunaan bahan kimia dalam ekstraksi berpotensi mencemari laut.
  • Perubahan iklim mempengaruhi kualitas bahan baku.
Risiko Lingkungan
7

Perspektif Pemerintah

  • Mendorong regulasi ekonomi biru untuk industri kosmetik.
  • Insentif pajak untuk perusahaan berkelanjutan.
  • Program sertifikasi bahan baku ramah lingkungan.
Perspektif Pemerintah
8

Perspektif Nelayan

  • Khawatir tentang kompetisi lahan budidaya dengan pariwisata.
  • Meminta harga yang adil untuk bahan baku rumput laut.
  • Butuh akses yang lebih baik ke teknologi pengolahan.
Perspektif Nelayan
9

Kesimpulan & Rekomendasi

  • Industri kosmetik laut potensial namun perlu pengelolaan berkelanjutan.
  • Rekomendasi 1: Standarisasi sertifikasi bahan baku hijau.
  • Rekomendasi 2: Program kemitraan perusahaan-UMKM pesisir.
Kesimpulan & Rekomendasi
10

Referensi

  • Kementerian Kelautan RI, Laporan Ekonomi Biru 2022
  • WWF Indonesia, Studi Kelayakan Kosmetik Laut 2021
  • Universitas Udayana, Jurnal Bioteknologi Kelautan 2020
Referensi
1 / 10